Hooo…Setelah browsing-browsing di internedh kmaren dolo sangadh. Saia nemu gambar ini. Sumfah! saia ngakak abis! soale lucu sangadh…mhuehuehuehue…Ah ya, saia fosting beginian soale ini session Nyamfah Sangadh, dan karena ndak ada samfah yang mesti dibuang. Jadi ya…Saia fosting gambar ini. Yay, sekedar mengingadhkan dengan cara yang lebih unik *halah* bahwa suatu saadh kita itu fasti akan mati…
.

Ah ya! btw soal mati negh, saia jadi ingadh salah satu ayat dari kitab suci yang saia selalu saia baca tiaf hari. Dan ayat suci yang berbentuk fuisi ini fernah saia cantolin di temfadhna bang erander. Dan sebelum ke-OOT-an saia mulai mewabah dan menggejala serta merusak *dibungkam* bfferrrikudh huisshhinna…
Ketika aku masih kecil dan bebas, dan imajinasiku tidak ada batasnya,
aku mengimpikan untuk mengubah dunia;
ketika aku semakin besar dan semakin bijaksana, aku sadar bahwa dunia tak mungkin diubah, dan aku putuskan untuk mengurangi impianku sedikit
dan hanya mengubah negaraku.Tetapi .. itupun tampaknya tidak mungkin ..
ketika aku memasuki usia senja, dalam suatu upaya terakhir,
aku berusaha mengubah keluargaku sendiri,
mereka yang paling dekat dengaku
tetapi sayang, mereka tidak menggubrisku.Dan sekarang .. menjelang ajal,
aku sadar bahwa kalau saja aku mengubah diriku dulu,
lalu dengan teladan mungkin aku bisa mempengaruhi keluargaku,
dan dengan dorongan serta dukungan mereka
mungkin aku bisa membuat negaraku menjadi lebih baik,
dan siapa tahu,
.
.
.
.
.mungkin aku bisa mengubah dunia ..
~DISCLAIMER~
- Hanya sekedar renungan sahaja
- Eits! saia ndak akan ngganti tulisan saia jadi kek begini terus ko’! cuma negh lagi fengen nyamfah ajah…
- Eits! saia juga ndak ada niat buadh ngerubah dunia ko’. Tenang sahaja!
- Sekalian mohon maaf sangadh, munkin saia bakal jarang berblogwalkin dikarenakan ada kegiatan yang laen yang ndak isa disambi blogwalking. *halah muter-muter*
- Ah ya! saia juga jarang mbalesin komeng, karena ya itu tade, saia lage ada tugas dari Yang Maha Kuasa di Warnedh saia..
- Aihh…bukannya sok sibug, cuma emang ndak isa sahaja. Jadi, maafkan saia sangadh!
- Ah ya! kenafa disclaimerna bisa nyaingin fanjang fostinganna? karena ini session nyamfah!!! mhuahuahuahuahua!!!









35 comments
Comments feed for this article
Januari 21, 2008 pada 5:07 am
chrisibiastika
nyehehehehe…. tumben bs pertamax. ah ya, kalo diingetin masalah satu itu emang jd bergidik sendiri. stiap org dikasi waktu yang sama, 24 jm sehari 7 hr seminggu.
seperti saya sekarang…
nyampah….
komeng…
ngeblog…
dan tugas kuliahku tak kunjung slese.
tinggallah sesal ketika datang deadline.
ya, harusnya..
mulai dari hal kecil.
mulai dari diri sendiri.
mulai dari sekarang.
huwaaaaa……. *garuk-garuk dinding*
Januari 21, 2008 pada 6:10 am
Ojat
ya untuk mengajak orang lain berubah, sebelumnya harus ngajak diri sendiri buat berubah.. *ahhhh serius amat*
)
Januari 21, 2008 pada 6:14 am
Diki
fuisi yg mencerahkan sangadh
mari kita merubah diri dulu “Berubah!” *jadi ksatria baja hitam*
Januari 21, 2008 pada 7:06 am
sawali tuhusetya
manusia berasal dari tanah dan akhirnya kembali ke tanah. yup, dengan mengingat kematian, kita bisa belajar menjdi orang yang arif, tidak grusa-grusu, dan selalu kebelet untuk memperbaiki komunikasi, baik kepada Sang Pencipta maupun kepada sesama.
Januari 21, 2008 pada 7:18 am
mbelgedez
Ndak Isa !!!
Ndak Isa !!!
Wong sayah udah jadi pemimpin negri ini duluan kok !!!
Sayah diktator !!!
http://mbelgedez.com/?p=34
Januari 21, 2008 pada 7:41 am
Ina
Wakakakakaka…..mo beli juga ah..!
*numpang lewat
Januari 21, 2008 pada 8:03 am
venus
kok banyak yg posting ttg kematian, ya? i wonder why….
hayyyyak!
Januari 21, 2008 pada 8:04 am
emyou
nunut nyamfah juga
Januari 21, 2008 pada 8:26 am
Ram-Ram Muhammad
Assalaamu ‘alaikum warahmatullah.
Begidhulah.. begidhulah Papi Hoek Sekarang.
Berobah menjadi seorang sufi yang salehah.
Mohon doanya agar papi tetaf istikamah. Kerana Papi ingin sangadh khusnul khotimah.
*dilempar batu nisan*
Januari 21, 2008 pada 8:33 am
akoeji
*pungutin sampah*
(ngayal mode : ON)
ketika masih kecil aku mau untuk mengubah alam semesta
*hua hua ternyata aku nebar sampah juga :p*
Januari 21, 2008 pada 9:43 am
Nazieb
Mati!!!!!!!
*menekan tombol peledak…
Januari 21, 2008 pada 10:11 am
ridu
nyampahnya berisi puisi yang bisa di recycle kan??
Januari 21, 2008 pada 10:24 am
goop
Yup dari diri sendiri dulu, jadi inget 3M-nya Aa’ Gym
*
*
*
oiya… kata Baginda Tuanku Stephen Covey juga menekankan bagaimana kita akan dikenang setelah wafat kan??
ah smoga semua baik-baik saja di p-kerto sana
*
-salam-
Januari 21, 2008 pada 10:59 am
andi bagus
renungan yg bijaksana..
Januari 21, 2008 pada 11:01 am
extremusmilitis
Heh, kenapa ikud-ikud-an mikir-in mati seh Hoek
Januari 21, 2008 pada 11:20 am
danalingga
bah! bukan satir.
*log out*
Januari 21, 2008 pada 11:24 am
Goenawan Lee
Mbuh… mbuh… Rasa-rasanya aku pernah nyampain di puisi wo he zong jiao deh…
Mirip!
Januari 21, 2008 pada 11:29 am
brainstorm
ko’ puisinya cocox sangadh buadh eyang Harto ya??
Januari 21, 2008 pada 11:41 am
erander
Sedang siap2 buat mencalonkan diri di tahun 2009 ya Hoek?? .. wah, boleh tuh. Mudah2an bisa mengubah dunia ya Hoek. Dunia blog juga boleh. Dan sekarang kamu sedang menuju perubahan dunia blog ini, dengan tata bahasa yang aneh. Abang yakin, suatu saat nanti, gaya bahasa mu ini akan menjadi trend di dunia blog. Lanjut !!!!
Januari 21, 2008 pada 11:53 am
Hidup terlalu singkat .. « KU LETAK KAN KATA DISINI
[...] Tulisan terkait : Mati eh!! [...]
Januari 21, 2008 pada 12:57 pm
akusuka
lucunya dimana ya?
* garuk2 dengkul …
Januari 21, 2008 pada 1:29 pm
Praditya
Hmm… Blogirang belum akan mati kan???
Januari 21, 2008 pada 1:35 pm
detnot
toholong cartoona di translate, biyar warga semuwa bisa mengerdhi letak kelucuannya
Januari 21, 2008 pada 2:26 pm
sstkr
makanya tirulah aa gim… mulai lah dari yg terkecil dan mulai lah dari diri sendiri
Januari 21, 2008 pada 2:35 pm
Mihael "D.B." Ellinsworth
Memang ujung – ujungnya harus dari diri sendiri dulu..
HEeeE..tunggu, saya sudah apa belum…?
Januari 21, 2008 pada 2:55 pm
hariadhi
Ga berniat mengubah dunia… >:( Bukannya dikau sudah berhasil menguasainya, Fuhrer Hoek? Ke manakah ambisimu yang dulu!? T_T. Patah hati dengan Hoek yang semakin lembek.
Januari 21, 2008 pada 2:59 pm
CY
hwaaaaaaaaaaaaaaa….., jgn mati dulu Hoek… hwaaaaa…
*scroll lagi keatas dan baca ulang*
ufff…. speed reading ya saya..!!
*sembunyi dibalik gunung es*
Januari 21, 2008 pada 3:01 pm
CY
sefertina saia sfeed reading…, tafi saia cukup fuas sdh bisa komeng fake bahasa Hoek…
Januari 21, 2008 pada 3:20 pm
sezsy
haihai dulu ahhhh…
Januari 21, 2008 pada 5:21 pm
maxbreaker
mati… adalah sebuah rahasia Illahi…
semoga kita mati dalam keadaan khusnul khatimah, amiiinn….
Januari 21, 2008 pada 5:37 pm
annots
Hoek, mati kok lucu sih? Emang lucu dimana? Oh gambarnya yg lucu ya…
Januari 21, 2008 pada 8:47 pm
antarpulau
busyet…
gambarnya emank lucu hoek…
tapi maknanya…
busyet….
*orang2x seperti saya gak kuat melihat hal seperti itu.. dada seperti mau meledak..*
Januari 22, 2008 pada 12:01 am
Xaliber von Reginhild
*baca puisinya*
Wah, kok saya kayaknya kena ya. Cukup mencerahkan otak; semoga mencerahkan hati.
Januari 22, 2008 pada 12:27 am
daeng limpo
puisinya sangadh bagush, sefertinya baru dafat ilham…semoga teruzh berkarya…..ane titip salam sama raja fahd disana
Oktober 6, 2008 pada 2:01 am
shinobigatakutmati
ck ck ck
*nyalain dupa…..*
cepat hidup, hoek