Jahhh…disinilah fanduan bagi anda-anda yang kehilangan homeland anda, atau terusir dari tanah air atau negara anda sendiri. Atau juga mungkin anda merasa lelah, letih dan tidak bertenaga untuk menjadi warga negara yang maju? yang dituntut untuk terus maju seiring dengan majunya negara anda? dengan fersaingan ekstra keras, dimana apapun yang ada dinilai dengan dollar?
Afakah anda termasuf salah satu atau salah dua kriteria dibawah ini?
- Warga negara dari sebuah negara maju. Seperti Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Inggris, dan lain-lain?
- merasa disodomi setiap kali didorong oleh Pemerintah negara anda yang maju itu untuk terus bekerja keras agar kehidupan anda makin maju sehingga berujung pada kemajuan negara anda yang sudah maju?
- merasa tidak disayang oleh negara anda? dengan memberlakukannya ekonomi liberal, dimana persaingan menjadi semakin sulit?
- merasa dipaksa dan diperkosa haknya oleh sistem pendidikan negara anda agar anda menjadi orang yang proaktif, dan tidak bisa seenaknya menyalahkan pemerintah negara anda yang maju itu?
- Berpikir bahwa kemajuan anda sama sekali tidak berhubungan dengan kemajuan negara anda?
- Merasa bahwa anda sudah tidak perlu memajukan kehidupan anda? karena anda merasa cukup bahwa negara anda sudah maju?
- anda berbuat salah sehingga hidup anda hancur tetapi anda tetap tidak bisa menyalahkan siapapun, karena anda-lah yang sebetulnya salah?
- Apabila point kelima benar, apakah anda ingin sekali menyalahkan pemerintah?
- Apabila point keenam benar, apakah anda bisa menyalahkan pemerintah negara anda yang maju tersebut? padahal dilain pihak, warga negara yang lain tidak secengeng anda? dan terus maju meninggalkan keterbelakangan psikologi mental anda?
- apabila point ketujuh benar, dan anda merasa malu untuk mengakui bahwa anda begitu cengeng dan manja. Apakah anda tetap ingin menyalahkan pemerintah?
Nah! selamat!!! anda akan sangat cocok untuk hidup di negara Endonesa!!! negara dimana warga-warganya yang cengeng dan manja bisa berteriak-teriak sampai serak menghujat dan mencaci-maki pemerintah atas kesalahan yang mereka lakukan sendiri. Apabila hidup anda hancur karena polah anda sendiri, silahkan salahkan pemerintah, karena mereka menaikkan harga barang! apabila anda merasa malas mencari pekerjaan, silahkan salahkan pemerintah, karena Burung Garuda dipajang digedung DPR/MPR. Apabila anda merasa diperlakukan tidak adil oleh perusahaan swasta asing, silahkan salahkan pemerintah, karena mereka tidak pernah mau membantu anda yang hanya memiliki mental pengecut sejati. YA! SILAHKAN SALAHKAN PEMERINTAH!!!
*ngurus pasport*
.
.
*pindah negara ke Ethiofia*









80 comments
Comments feed for this article
Januari 9, 2008 pada 11:03 am
bumisegoro
ngomongin negara, capek dech!
Januari 9, 2008 pada 11:40 am
sstkr
Definisi mereka yg malas seperti apa bung? contoh realnya??
Yang dirasakan oleh sebagian rakyat adalah, ketika kebijakan pemerintah sudah tidak populer apa lg yg bisa diharapkan oleh kita sebagai rakyat??
kalo setiap kebijakan pemerintah selalu berujung sengsara pada rakyat?? apa kita gak boleh protes?
kabar terakhir… sekarang lg gencar2nya konversi minyak tanah ke gas, tapi kemarin pemerintah dengan gampang nya menaikkan harga elpiji/gas sebesar 35.5% ada di KR selasa, 08/01/08
Minyak tanah jd nggak ada sedang harga gas belum juga make dah naek..
apa kita kudu kreatif dengan beralih kekayu bakar?? ok klo yg tinggal di daerah yg banyak pohon yg bisa ditebang/ atau ranting yg bisa dibuat kayu bakar?? klo yg sudah hidup di kota?? apa kudu ngunduh kayu bakar ke desa tetangga.. dan salah2 karena saking kreatif dan alasan bahan bakar semua pohon ditebang dan tiba musim hujan banjir kembali..
ketika ini terjadi apa yg dilakukan oleh pemerintah?? saya liat kok sebagian pegawai pemerintahpun cengeng tapi tidak mau berbuat apapun untuk menjadi “rakyat” yg kreatif.
duh kok panjang begono
*monggo ah.. pareng…..
Januari 9, 2008 pada 11:45 am
balibuddy
strezzzz, ke bali aja yuk!
Januari 9, 2008 pada 12:50 pm
papabonbon
yah, kirain Kanada ..
Januari 9, 2008 pada 1:08 pm
aRuL
@ celo : iyah2, makanya itu mulai dari kita untuk memberikan yang terbaik buat negara ini.
kenapa kita harus memperhatikan orang lain yang salah?
ketika kita bisa berbuat baik saja, orang lain pasti akan mengikuti.
teori ini teori yang jadul tapi setidaknya mulai dari kita gitu
Januari 9, 2008 pada 1:11 pm
bahtiar
he h hee …
(
Januari 9, 2008 pada 1:25 pm
hildalexander
tinggal di pekojan ya Mbah? *pekojan=kampung arab* ….
berarti konsep negara bangsa gak berlaku di endonesia ya? betewe kenapa ejaannya endonesia pake ‘e’ sih, kayak Soeharto aja semua yang berawal huruf ‘i’ dilafalkan dengan ‘e’….lantas bagaimana dengan kontrak sosial yang termaktub dalam UUD 45 pasal 28, 29, 33, dan lainnya?
Januari 9, 2008 pada 2:14 pm
okikuswanda
salam
syukuri dunk tinggal dinegara kita ini…
oke….
emang kondisi negara kita udah semerawut….
salam
Januari 9, 2008 pada 2:15 pm
Ataner
saya memang warga Indonesia, pecinta Indonesia… tapi saya pembenci Indonesia juga. Saya hanya mencintai sisinya yang positif, sedangkan saya benci semuanya selain yang bagus2
.
Waahh… demo ya sudahlah, para warga endonesia prihatin melihat pemerintah, lalu demo-demo… demo itu cuma bikin suara abis, lha, masalahnya itu pejabat2 en pemerintah bisa ngelakuin apa yg warga mau nggak? Biasalah, orang kaya dan berkuasa.
*Kabur ke Singapore… murah lah, enggak usah jauh2*
Januari 9, 2008 pada 2:51 pm
drjt
welehweleh™….
(^_^)v
Januari 9, 2008 pada 3:46 pm
yunita06
hahhaha,….
dalem amat bang,..
emang sih bukan 100% kesalahan pemerintah dengan kondisi Indonesia yang makin terpuruk…
tapi bukan berarti pemerintah 100% benar donk….
huhuhuhuhu….
berarti sah-sah saja kalo pemerintah disalahkan…
apalagi istilahna pemerintah yang jadi panutan masyarakat, yang pasti dipandang oleh masyarakat. Jadi kalau ada kesalahan kecil saja dari pemerintah, ya harus siap dengan hujatan dan kritikan..
klo ndak bisa memerintah ya ojo memerintah toh…… >”<
Januari 9, 2008 pada 3:50 pm
Mihael "D.B." Ellinsworth
Kalau jaman Orde Baru sih, nggak ada yang berani buka mulut sembari unjuk rasa di depan pemerintah.
Saat penguasa Orde Baru lengser, baru dilampiaskan disaat masa – masa Reformasi. Makanya, nggak bisa disalahkan.
*Satir lho*
Januari 9, 2008 pada 4:25 pm
nuryadi27
huaaahahah.. mantaf kali… bagaemana dengan republik mimpi neh??
Januari 9, 2008 pada 8:20 pm
hadi arr
Endonesa, tetef negara faling kusuka
sekali endonesa tetef endonesa, tafi dari kiteria diatas nggak ada satufun saiah termasup, jadi tinggal dimana ni saiah?
Januari 9, 2008 pada 10:42 pm
telmark
Hua ha ha ha ha….. ternyata saya benar2 puas dgn membaca komplit seluruh postingan ini…
salut. Orang kita memang mental tempe. tetapi yg bermental bajapun memang bisa menjadi mental daun kering di negeri ini. Negeri “kaya raya” yg “miskin”. salah satu Negara yg kandungan minyaknya, hutannya, emasnya, dll-nya telah membuat Negara lainnya untung besar, sementara rakyatnya sendiri susah mencari sesuap nasi, karena memang bermental tempe. kembali memaki Pemerintah. karena itu sayapun si mental tempe*
Dlm orba, yg dimaki, disalahkan, dan dibuang dimasa sekarang ini bnyk negara lain yg masih berpikir beberapa kali sebelum menjarah. sekarang ? jangan kata cumen menjarah… pulau dan kayupun mulai terang2-an dicaplok. (bahkan katanya sampai kebudayaanpun dicaplok). sisanya ? tak ada apa2. bahkan keberanianpun sudah tak ada… yg ada cumen mental tempe yg masih tersisa, dan saling menyalahkan satu sama lain.
btw, bagaimanapun, I love Indonesia.
Januari 9, 2008 pada 11:03 pm
danalingga
butul !!! Saya antek masyarakat!!! Saya mewakili suara masyarkat!!!
*tertawa jumawa*
Januari 10, 2008 pada 1:22 am
Hoek Soegirang
@celo =3
dasar bayudh muda *tendang celo =3 ke kenya*
@indiecalista
sip! fendafadh yang bagoss!!!
@aRuL
inisiatif yang patut ditiru oleh masyarakadh endonesa yang cengeng ini…
@celo =3
aihh…celo? kamu emang faling finter buat ngertiin saia!!! *feluk celo*
@Zoe
halah…malah jadi nyalahin setantron…..
@fauzansigma
wuahuahuahuahua…smangadh yang bagoss!!!
@adis
halah-halah, afa yang saia tulis sekarang ko ya nyangkudh ke namamu mulu segh?
@ika
yep, itu yang saia maksudkan!!! doktrin “bukan lautan tapi kolam susu” yang mbikin masyarakadh endonesa jadi manja…
@Heru
lha?
@away
hooo? bukannya orang femerintah, tetafi justru masyarakadh yang cengeng dan manja itu…
@bumisegoro
…
@sstkr
Definisi mereka yg malas seperti apa bung? contoh realnya??
yang digaris tebal difostingan diatas…contoh realnya? saia ndak mo ngasi tau, cukup baca tulisan-tulisan yang digaris tebal difostingan itu…
Yang dirasakan oleh sebagian rakyat adalah, ketika kebijakan pemerintah sudah tidak populer apa lg yg bisa diharapkan oleh kita sebagai rakyat??
Maksud saia bukan begitu, justru saia malah ndak seneng kalo rakyat cuma bisa berharap sama kebijakan pemerintah yang seperti anda katakan = tidak populer.
kalo setiap kebijakan pemerintah selalu berujung sengsara pada rakyat?? apa kita gak boleh protes?
boleh, tapi apakah kebijakan pemerintah selalu berujung pada kesengsaraan, eh? terus, apakah kemajuan hidup anda ditentukan dengan kebijakan pemerintah?
ketika ini terjadi apa yg dilakukan oleh pemerintah?? saya liat kok sebagian pegawai pemerintahpun cengeng tapi tidak mau berbuat apapun untuk menjadi “rakyat” yg kreatif.
Aihhh….bukannya berpikir untuk mencari solusi serta alternatif selain kayu bakar, tetapi kenapa anda menanyakan apa yang dilakukan pemerintah? kita memang ngga akan bisa ngubah kebusukan pemerintah, betapapun kerasnya suara kita, tetap saja mereka dengan seenaknya memberlakukan kebijakan-kebijakan yang busuk sangadh. Untuk itulah, daripada energi kita terbuang percuma untuk mengubah sesuatu diluar jangkauan kita, walopun terdengar munafik, bukankah lebih baik kalo kita merubah diri kita sendiri? alangkah lebih baik -kalo bicara soal minyak tanah dan gas elpiji- kalo kita mencari alternatif lain? kalo ndak salah, entah dikoran mana, ada ko’ salah satu warga endonesa yang menemukan kompor berbahan bakar air. Nah…lalu begimana? ya apabila anda ingin memenuhi pikiran anda tentang kebusukan pemerintah ya silahkan, kalo saia sih, saia lebih baik memikirkan begimana memajukan hidup saia ditengah himpitan kebijakan busuk pemerintah, sehingga setidaknya itu membuat merasa lebih baik dibandingkan dengan warga negara maju yang berkembang karena ada dorongan dari pemerintahnya. Mana yang lebih bernilai? mhuehuehuehuehue….
@balibuddy
…
@papabonbon
emang ada afa dengan kanada, tho?
@aRuL
bagoss…bagoss…ternyata engkau mengerti hal tersebudh ya nak?
@bahtiar
…
@hildalexander
berarti konsep negara bangsa gak berlaku di endonesia ya?
ya jelas tetaf berlaku lha….coba tolong diferhatikan sangadh, kefada siafakah fostingan ini ditujukan.
@okikuswanda
terima kasih telah berkomentar! ah ya, salam kenal!!! makasi suda sudi berkunjung kemari!!!
@ataner
sip! walopun bukan karena alasan itu kita ndak ferlu demo, tapi juga karena kita seharusnya menyalurkan energi kita untuk membuat sesuatu yang bermanfaat..
@drjt
weleh-weleh juga…
@yunita06
“klo ndak bisa memerintah ya ojo memerintah toh…… >”<”
kalo gitu…definisi masyarakadh itu afa tho? seharusnya masyarakadh mengingadhkan, tetafi sebelumna, masyarakadh juga haruslah sadar, bahwa mereka ndak bisa sefenuhnya tergantung kefada femerintah tho? jadi…kalo ndak isa jadi masyarakadh, ya ojo jadi masyarakadh….mhuehuehuehuehue
@Mihael “D.B.” Ellinsworth
ah ya! benul juga! munkin itulah salah satu fenyebab kenafa sekarang ini banyak sangadh yang suka demo yak! mhuehuehuehuehu
@nuryadi
lha? ko refublik mimfi?
@hadi arr
hohoho…sukurlah kalo kriteria diatas ndak termasuf, berarti anda memang tinggal di Endonesa (lho?)
@telmark
yep, itulah yang ingin saia dengar. Memang benul endonesa itu farah sangadh, tafi setidaknya kita fun juga terlibadh dalam kehancuran endonesa. walofun begidu, ya teteuf, endonesa adalah negeri yang saia cintai sangadh ko’
@danalingga
jahhh??!!!! suara masyarakat yang cengeng itu ya? saia ndak nyangka mas dana ternyata begidu…ternyata oh ternyata…….
*digampar mas dana*
Januari 10, 2008 pada 7:20 am
kamal87
klo mereka pada pindah ke Indonesia, entar yang ada Indoensia malah jadi negara maju, tapi orang pribuminya terjajah. kek australia, hongkong dsb
Januari 10, 2008 pada 7:32 am
lahapasi
waduw…. kena aku.
Januari 10, 2008 pada 8:03 pm
Xaliber von Reginhild
…sangat menyindir.
Terlalu mengharapkan timbal-balik dan merasa kesalahan-berada-di-pemimpin kah masyarakat negara ini?
Eniwei, saya numpang save ya.
Januari 10, 2008 pada 8:06 pm
Xaliber von Reginhild
Oh ya… saya jadi ingat omongan kenalan saya.
“Masyarakat Indonesia rupanya makin hari makin kritis, pemerintah selalu sering kena kritik. Rakyat sudah bisa sadar kalau presiden makan rujak dan ngeluarin album itu berarti nggak peduli rakyat; terlalu egois.”
Saya lupa bunyi tepatnya, tapi kira-kira begitu.
Januari 10, 2008 pada 11:07 pm
Hoek Soegirang
@Kamal87
orang fribuminya terjajah? tafi ndak semua ko’, saia yakin yang terjajah ya yang memang funya mental terjajah…
@lahapasi
kena kenafa tho kawand?
@Xaliber von Reginhild
Ah ya, terima kasih sangadh Paduka! yep, menurudh saia begidu, walofun ndak semua. Yang saia inginkan adalah kesadaran masyarakadh agar mereka bersikaf lebih froaktif. Ah ya, merufakan sebuah kehormatan afabila tulisan ini disave…*terharu*
@Xaliber von Reginhild
“Masyarakat Indonesia rupanya makin hari makin kritis, pemerintah selalu sering kena kritik. Rakyat sudah bisa sadar kalau presiden makan rujak dan ngeluarin album itu berarti nggak peduli rakyat; terlalu egois”
Yay, masyarakadh memang semakin kritis, tafi sayangna ke-kritis-an tersebudh ndak dibarengi dengan sifat “inisiatif” dan “froaktif” yang justru lebih bernilai untuk kemajuan negara ini *halah*
walofun begidu, sekali lagi. Ndak semua masyarakadh yang kritis itu ndak froaktif lho..Saia ndak ingin menggeneralisir tentunya.
Januari 11, 2008 pada 5:47 pm
maxbreaker
indonesia memang negara yang semrawut abizzzz
mungkin perlu adanya robin hood di DPR bro!
Januari 11, 2008 pada 7:41 pm
Hoek Soegirang
@maxbreaker
johhh??
Januari 12, 2008 pada 1:39 pm
nico kurnianto
ya seharusnya kita berhenti menyalahkan pemerintah, pemerintah dapat disalahkan apabila terdapat kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan dasar negara dan undang-undangnya!
setelah itu kita tidak sampai menyalahkan saja, tapi berikan solusi yang dapat diterima dan dijalankan, dan pemerintah sebagai pihak yang menerima solusi tersebut seharusnya menerima dengan tulus, dan itu baru namanya negara demokrasi
Januari 12, 2008 pada 8:25 pm
titov
endonesa? ntuh dmananya ngGunungkidul ya?
Januari 15, 2008 pada 11:51 pm
antarpulau
*saran utk hoek*
ntar kalo ketauan, kamu jgn bilang dari Purwokerto..
tapi bilang aja dari »» “puorte ricou ”
Januari 16, 2008 pada 12:37 am
antarpulau
sorrie prend….
koment ini mestinya masuk postingan Top Secret…
*error di malam hari*
Januari 16, 2008 pada 3:26 am
Nisa
turut berduka cita. fakir benwit
*eh ini 1 baris lhoh*
Mei 9, 2008 pada 9:28 am
Masalah Tanpa Solusi « A Journal of A Not-Superman Human
[...] seperti protes almarhum hoek, yang menyayangkan betapa rakyat Indonesia sudah terlalu lama disusui pemerintah. Sehingga ketika [...]