Yay! Ini adalah sebuah cerfen dengan intensitas kegilaan multi dimensi yang dibumbui oleh intrik yang pelik, dan dikombinasikan dengan imajinasi Hoek yang liar. Ah ya, sebelum penyakit OOT saia mewabah ke cerfen yang indah dan penuh imajinasi ini. Ada baikna jika kawand-kawand semua lansun saja membacanya.
Sila dinikmati! Sila…!!!!
.
.
Disebuah desa kecil yang biasa-biasa saja, yang terletak dikaki Gunung Girang, hiduplah Kakek Antogirang, Nenek Chikagirang dan cucunya, Hoek Soegirang. Mereka bertiga adalah keluarga yang biasa-biasa saja. Begitu pula dengan kehidupan mereka. Pada suatu hari yang biasa-biasa saja, Kakek Antogirang yang biasa-biasa saja pergi ke ladangnya yang biasa-biasa saja untuk memetik sayur-mayur yang akan dijual di pasar yang biasa-biasa saja. Sedangkan, nenek Chikagirang, setelah mengantar kepergian suaminya, dia memulai aktifitas hariannya yang biasa-biasa saja, yaitu membereskan rumahnya yang biasa-biasa saja dan kemudian berjualan kue ke berbagai negara seperti Paris, New York, dan Tokyo sembari berbelanja disana.
Hoek Soegirang pun pergi ke ladang dengan mobil ferrarinya, dan menemui kakeknya disana sedang beristirahat sambil bermain golf bersama Bill Gates, setelah Hoek Soegirang selesai menaruh sayur-mayur tersebut di mobil ferrarinya, mereka berdua lalu pergi ke pasar. Di perjalanan, Kakek Antogirang bersabda kepada Hoek
“cucuku, apakah sayur mayur kita yang biasa-biasa saja bisa laku terjual di pasar nanti?” “saia yakin kek, pasti sayur-mayur kita bakal laku, seperti hari-hari biasa…” kata Hoek meyakinkan “hmm…baiklah. Kakek jadi merasa biasa-biasa saja” Kakek Antogirang menjawab sembari mengelus-elus jenggot
Dan sesampainya dipasar, mereka kemudian menjual sayur-mayur tersebut kepada pembeli-pembeli yang biasa-biasa saja. Sembari menata sayur-mayur tersebut, Hoek juga berteriak-teriak kesana kemari untuk mempromosikan stand mereka yang sebelah kirinya berdiri toko baju Calvin Klein dan dikanannya berdiri toko buku Amazon.
“ayo…ayo…kunjungilah, banjirilah….Sayur-mayur yang segarnya biasa-biasa saja!!!” setelah lelah berteriak, dan mondar-mandir sana-sini. Hoek kemudian membeli dua paket Happy Meal di restoran fastfood, McDonalds, 2 paket happy meal berhadiah boneka ronald santa yang rasanya biasa-biasa saja dan kemudian Hoek memakannya bersama kakeknya sedangkan 2 paket happy mealnya tergeletak begitu saja. Tak lama kemudian, Remy, pelanggan mereka dari Restoran Ratatouille datang untuk berbelanja sayur, dan mereka pun kemudian berbincang-bincang sejenak tentang tahun baru, dan penembakan Benazir Bhutto Girang, saudara sepupu dari kakek Antogirang, Dan karena pendekar-pendekar kuliner seperti Bondan Winarno, Rudy Hadisuwarno, dan Warno-Narno yang lain mulai berdatangan. Obrolan tersebut pun berakhir sudah hingga ujung waktu.
Akhirnya, setelah sayur-mayur mereka sudah habis terjual seperti biasa, mereka kemudian menghitung penghasilan mereka, dan sungguh begitu miskinnya mereka berdua, betapa tidak? mereka hanya mampu mendapatkan untung bersih sebesar 30 milyar yang hanya cukup untuk makan mereka sehari-hari sembari keliling dunia. Kemudian, setelah mentransfer uang tersebut ke dua puluh Bank di Swiss. Mereka pun pulang. Diperjalanan, mereka melihat Asmirandah sedang kebingungan mencari tumpangan, tetapi karena kakek Antogirang dan cucunya adalah bayudh, mereka pun melengos dan tetap terus melanjutkan perjalanan. Setelah sampai di perempatan Hollywood. Mereka melihat becak Almascatie sedang mogok entah kenafa
“hei sayang?!” ujar kakek Antogirang sembari keluar dari mobil. “ohh…kakanda Antogirang!!!” Almascatie menyahut tak kalah mesra sembari berlari dan kemudian memeluk Antogirang mesra “kyaa…Kakek Almascatie?!!” Hoek Soegirang menanggapi sembari berjoged-joged India dibalik bunga bangkai. “ada apa girangan wahai sayang?” tanya Kakek Antogirang “begini kakanda, becak lamborghini ananda sedang kehabisan pertamax, dan bahan bakar hettrix cadangan pun sudah habis” jawab Almascatie “kalo begidu, Kakek Almascatie ikodh mobil kami saja!” Ajak Hoek “iya, betul itu. Ayo sayang, kita antarkan kamu ke puncak kenikmatan dunia” timpal Antogirang sembari mengedip nakal
Ditawari tumpangan dan ajakan pergi ke puncak kenikmatan dunia membuat Almascatie tak mampu menolak. Dan setelah becak lamborghininya dilelang dan laku 200 milyar, dia pun ikut Kakek Antogirang dan cucunya untuk pergi ke puncak kenikmatan dunia. Lalu mereka bertiga hidup bahagia selama-lamanya.
~ TAMAT ~
Ah ya, disclaimer!
- Tulisan ini difersembahkan sebagai kado 1 tahun kefada tiga makhluk yang terlibadh dalam cerfen jayuz diatas. Karena dalam bulan ini, blog mereka akan berulang tahun
- Memang ada maksud dalam cerfen ini. just kidding, just for laugh, dan lihat poin pertamax
- Jika terdapat kesamaan tokoh, tempat, atau kejadian. Itu memang disengaja. Karena kalo tidak sengaja, itu namanya bukan cerfen. tetafi setantron.
- Bagi yang merasa bayut dan namanya tidak disebut. Mohon maaf, ini adalah cerita fendek. Jadi kalau nanti semua nama bayut-bayut se-blogosphere diceritakan, cerita ini tidak akan menjadi fendek, tetafi malah bisa jadi novel
- Ending cerita memang terlihat dipaksakan. Dan itu sengaja. Karena namanya juga cerita fendek. kalau kefanjangan ntar malah jadi novel.









58 comments
Comments feed for this article
Januari 7, 2008 pada 2:51 am
Nostalgila 2007 « f e r t o b
[...] Kalau Hoek Soegirang menyambut 1 tahunan-nya Anto, Chika, Deking, dan Almas dengan menuliskan cerpen yang biasa-biasa saja, maka tulisan ini hanyalah sekedar [...]
Januari 7, 2008 pada 1:16 pm
erander
Bagian ini yang paling menarik. Kalo difilm-kan pasti seru dan bikin pemilik ferrari turun pamor .. haattsssiii *bersin, lagi flu*
Oya .. usul judul cerpennya .. “Disclamer” .. soalnya, justru pada bagian itu lah inti dari cerpen ini. Kalo ga ada disclamer, pasti ceritanya ga jelas.
Januari 7, 2008 pada 2:34 pm
Hair
Cerdas,
mengangkat cerita dari dunia maya tapi seolah-olah ada di dunia nyata,hanya orang cerdas yang bisa buat,
apa lagi ada penekanan “biasa-biasa saja”. sungguh engkau memang betul2 cerdas
Januari 7, 2008 pada 7:35 pm
evan
wah Om, cerpennya dikirim aja ke kompas. sapa tahu naik..
hehehe
Januari 8, 2008 pada 9:30 am
detnot
wkakakakaa lucu sangadh
)
Januari 11, 2008 pada 5:27 am
bedh
*garuk2 pala nggak ngerti*
Januari 17, 2008 pada 6:50 pm
Bloger Goblok Jangan Ngeblog! « bLoGiRanG™
[...] bloger-bloger yang nulis di blognya cuma soal curhat, puisi-puisi sok melankolis dan tulisan-tulisan sampah yang lain. Yang sama sekali ndak ada nilainya, ndak ada manfaat dan ngga jelas maksudnya [...]
Maret 15, 2008 pada 11:33 pm
» Jalan Cahaya (Bukan Judul Lagu atau Seneteron!!) » naziebiyah
[...] berawal saat saya mengunjungi blogirang milik Hoek SoeGirang yang merupakan cucu Antogirang & ChikaGirang… Saat itu saya tengah membaca postingannya yang berjudul : Matt And Hoek Said What. Dari sini [...]