Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

“ndra?”
“knafa bu?”
“ngga mberesin kamar?”
“nanti bu..”
“cucian belum dimasukin?”
“nanti bu..”
“uda makan belum?”
“nanti bu..”
“uda mandi belum?”
nanti bu…”
“kamu lho? sukanya nunda-nunda?! kapan mau berubah!?”
“liat aja nanti bu..”
“…”

***

“Tugasnya uda selse blum sayank?”
“belum, ntar lah, gamfang..”
“Terus, tugas yang waktu itu dikasi sama pak Jahidin bulan lalu, uda?”
“lha?”
“tugas yang disuru mbikin peta industri Purwokerto?!”
“lha?”
“BELUM JUGA!??”
“belum…”
“ARRGHHH…terus kapan selesainya?!”
“ntar lah…gamfang”
“besok dikumpulin!!!”
“lha?”

***

“bro!?”
“knafa?”
“ni motor bensinnya minim…”
“terus?”
“ga diisi?”
“ntar lah…nanggung…”
“….”
*tidak lama kemudian*
“ugh…”
“knapa?”
“kekna mo mogok deh…”
“hah?”
*motor berhenti mendadak*
“ups..”
“bensinnya ya?”
“iyoh..”
“ARRGHHH…”

***

“eh..lagi rajin nih sayangqu?”
“iyoh, neh pohon uda makin dudud, uda banyak kunti yang nangkring..”
“hooo…”
“knafa?”
“itu kekna kapaknya uda tumpul deh say? ga diasah dulu?”
“lha?”
“ko lha? diasah dulu tuh”
“engga ah, klamaan..”
“….”

***

begitulah…
begitulah saia dolo, walofun intensitas kebodohan saia setidaknya suda semakin berkurang semenjak saia mendafadkan sebuah kitab suci yang betul-betul menunjukkan jalan yang lurus sangadh, kitab suci yang mbikin ke-dudud-an saia ndak makin farah, walofun munkin ndak akan mbikin saia masuf surga dengan 70 ribu…ah, sudalah, suda ngga ngetrend lagi istilah itu….. :mrgreen:

Dan saia yakin fasti Moer, antobilang – dan mungkin beberafa kawand-kawand yang laen – fasti setuju sangadh kalo sebuah tugas akan lebih “berseni” kalo dikerjain saat detik-detik terakhir, ya ngga? ya ngga?

ada sensasi tersendiri saat tugas-tugas itu uda semakin menumfuk dan tenggat waktu untuk nyeleseinnya didefan mata…terlebih lagi ada sebuah kenikmatan duniawi yang setara dengan rasa blorgasme afabila kita suda nyelesein tugas-tugas tersebud

 

Bahkan bagi saia dulu, saia baru bakal bisa ngerjain tugas kalo emang tugas itu bener-bener dikumpulin besok, nah, baru saia bersemangat dan bener-bener ngerjain samfe selse, karena ya itu tadi, emang otak saia baru bisa jalan kalo emang uda terdesak…

Dan lama kelamaan malah saia jadi bangga sama diri saia sendiri, saia merasa menjadi orang yang sufer hebad sangadh karena mamfu nyelesein beratus-ratus tugas dalam satu malam fenuh, ada rasa kebanggaan, kefuasaan dan bahkan rasa nikmat yang tiada tara afabila tugas-tugas itu telah selesai..hummmm……

dan ternyata…
ternyata oh ternyata……
sebenerna hal seferti itu adalah CANDU!!
IYOH!
TERNYATA CANDU!!!

Kebiasaan yang menurud saia melatih saia bekerja keras, dan berfikir cefad ternyata dianggaf candu oleh kitab suci yang saia baca, malah saia dibeberkan berbagai bukti otentik dan faktual sefutar candu tersebud, seferti yang tertera dalam surah “mendahulukan yang utama” ayat “orang yang suka menunda-nunda” yang berbunyi

orang yang suka menunda-nunda kecanduan kemendesakan. Ia suka menunda-nunda..hingga menjadi krisis. Tetapi ia suka seperti itu, karena mengerjakan segalanya pada menit-menit terakhir membuatnya bersemangat. malah, otaknya takkan bekerja sebelum ada suatu keadaan darurat. Ia bisa sukses dibawah tekanan

dan ayat yang lain berbunyi

merencanakan sebelumnya adalah mustahil bagi orang yang suka menunda-nunda, karena itu akan merusak keseuran mengerjakan segalanya pada menit-menit terakhir

sedangkan akibatnya adalah

  • stress dan kecemasan
  • kelelahan
  • prestasi yang biasa-biasa saja

fufufu…Walaufun memang hal yang mendesak dan fenting itu ngga isa dihindarkan, tetafi setidaknya kita khan masi bisa mengatur hal yang fenting tetafi ngga mendesak, sebangsa tugas, fe-er, ulangan semester, deadline atau mungkin skrifsi :mrgreen:
jadi, gimana menurut kawand-kawand semua? afakah emang bisa disebud candu? ataukah emang hal yang biasa aja? atau malah bagosss sangadh buad dijadikan kebiasaan?

tembusan-tembusan!!!
yang setau saia suka dikejar dedlen (dan munkin *SKRIPSI…)
Kakanda Antobilang*
Kakanda Almascatie (iya ngga sih?)
Nona cK dari Jakarta
(yang dari bandung saia ndak tau linknya…)
Bang Amed a.k.a Ndoel
ada lagi?

yang setau saia masi sekolah/ kuliah
Yang Difertuan Agung, Saudara Mihael Death Berry Ellinsworth
Rasul Geddoe a.k.a Bapak Bambang Soebiawak
Mba’ LRozenesia
Mr. Moer
ada lagi?