ghost1.jpg

P E R I N G A T A N !

Cerita ini hanyalah FIKTIF belaka, TIDAK BENAR-BENAR TERJADI, jika terdapat kesamaan tokoh serta tempat maka hal itu hanyalah kebetulan saja. Jadi tolong, postingan ini memang sungguh-sungguh FIKTIF, jangan diancam untuk ditutuf ya! apalagi sampai menyelidiki saia! saia cuma seorang operator kok, dan alamad saia *dilemfar surad ancaman*

KISAH KASIH ARWAH MELVINA Pt. II (TAMAT)

Setelah para arwah di arwahosphere menuggu, akhirnya keluar juga sebuah jawaban dari pihak arwah-arwah yang menuduh bahwa arwah Melvina adalah palsu. Dengan mengusung asas “praduga-pasti-palsu” dan jawaban yang sangat tidak memuaskan arwah-arwah se arwahosphere, arwah tersebut menyatakan bahwa arwah Melvina merupakan arwah yang fiktif belaka. Dan para arwah-arwah yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung tersebut hanya tertawa. Ternyata, memang benar, bahwa mereka yang menyatakan bahwa arwah Melvina fiktif belaka adalah hanya sosok arwah-arwah yang bodoh dan tidak menyadari dimana mereka tinggal. Arwah-arwah bodoh tersebut berdalih ingin meluruskan etika bagaimana seharusnya arwah berkisah, tetapi arwah-arwah bodoh itu tidak sadar, dengan kisah mereka sendiri, mereka telah melanggar etika yang mereka buat. Arwah-arwah bodoh tersebut mengirimkan surat yang berfirman :
“Mel” komentarku ditepis terus???? takut kedoknya terbongkar yaaa???
berlawanan dengan kisah klarifikasi disabdakan oleh arwah bodoh tersebut :
Biarkan si Melvina hidup seperti apa adanya dan seperti yang dia mau karena tujuan kami hanyalah meluruskan etika arwah berkisah
Selain itu, mereka juga bersabda dengan sebodoh-bodohnya arwah :
Dengan fakta-fakta itu semua-lah, kami sepakat bahwa arwah itu fiktip semata
jelas saja, para arwah se arwahosphere tertawa terguling-guling mendengar perkataan tersebut.
Sehingga, dengan jawaban konyol nan jayuz arwah-arwah bodoh tersebut, kasus yang menggemparkan di arwahosphere pun berakhir sudah. dan kisah kasih Melvina tetap dapat kembali berlanjut sebagaimana biasa

::::::T A M A T::::::
catatan akhir cerita :

  1. Sebelum ada jawaban dari arwah bodoh tersebut, Melvina tetap memberanikan diri untuk berkisah dan eksis di arwahosphere.
  2. Arwah-arwah baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung tersebut tetap menghargai Melvina sebagai arwah yang luar biasa
  3. Sedangkan arwah-arwah yang sudah terhanyut oleh kisah Melvina, bisa bernafas lega, atau mungkin berpura-pura acuh tak acuh terhadap sosok Melvina. Tetapi, mereka malah mulai mengurangi frekuensi pertemuan mereka dengan Melvina.
  4. Arwah yang dengan “pintarnya” menunjuk bahwa Arwah Melvina sebagai Arwah yang fiktif mendapatkan titel Arwah Bodoh dari sesosok arwah gila dan keras kepala yang memang memiliki tendensi kebencian multi dimensi terhadap arwah-arwah yang berpikiran sempit yang seenak jidat melakukan tindakan arwah-asinan [1]. Walaupun begitu, arwah gila tersebut tetap menganggap Arwah Bodoh sebagai teman sesama arwah.
  5. pemilik arwah gila tersebut juga berinisiatif untuk melanjutkan “kebodohan” yang dilakukan oleh Arwah Bodoh, dengan membuat satu lagi arwah yang ditujukan untuk menjadi sesosok detektip-arwah. Tapi, bagaimanakah bentuk arwah detektip yang direncanakan oleh pemilik arwah gila tersebut? hal itu masih menjadi misteri…dan akan diceritakan dalam kisah lain nantinya. [2]

 

*H O E K Mode O N*
*D O N E N Mode O F F*

Hoo…tamadna cefad sangadh yak! walofun arwah bodoh tersebud ndak meminta maaf sama arwah Melvina, tafi ya ndak fafa, skali lage, crita diatas itu hanyalah FIKTIF belaka, mhuahuahuahua
ah ya, keterangan-keterangan
[1] arwah-asinan ini tidag sama lho sama karakter asinan…
[2] ah ya…arwah detektip tersebud suda disummon oleh femilig arwah gila. tetafi untug tindag lanjudna, masi menunggu beberafa fendafad saja… ;)

 

ah! kurang lengkaf ufdet blog kalo ndak fake TEMBUSAN!
kepada Yth. Senior OOT Seperguruan, yang dipertuan agung, Antobilang
kepada Yts. apa! mau protes!? -Ade-
kepada Yth. Nico. damai bro!
kepada Yts. Senja. damai sis!
kepada Yth. Budi Rahardjo. (kalo yang ini emang harus resmi tauk!)
kepada Yth. Iwan Rystiono (saia sudah tau namanya) :mrgreen:
kepada Yth. GRaK
kepada Yth. CY
kepada Yth. Baliazura
kepada Yth. Extremusmilitis
kepada Yth. Mihael “D.B” Ellinsworth
kepada Yth. Deking
kepada Yth. Neimasilk (masa dipanggil warnetubuntu?)
kepada Yts. Bidadari cK
kepada Yts. Bidadari Siw

Nah, kalo yang dibawah, adalah cerita sebelumna…

*H O E K Mode O F F*
*N D O N G E N G Mode O N*

KISAH KASIH ARWAH MELVINA

Alkisah…disuatu fedalaman hutan Hoekazone, tersebutlah sebuah komunitas yang didalamnya terdapat individu-individu yang saling berinteraksi satu sama lain, komunitas tersebut dinamakan komunitas arwahosphere. Hanya saja, individu-individu tersebut dalam berkomunikasi menggunakan media arwah, ya! arwah! menyeramkan bukan?!

 

Jadi, masing-masing individu tersebut hanya berdiam dirumahnya. Akan tetapi arwah-arwah yang mereka pelihara berkeliaran kesana kemari untuk berinteraksi dengan arwah yang lain. Arwah-arwah tersebut dapat berbentuk macam-macam, tergantung pilihan masing-masing, arwahnya ingin menjadi apa. Contohnya, jika individu tersebut ingin arwahnya adalah seorang kapiten, maka individu tersebut haruslah menyiapkan pedang panjang, dan sepatu yang berbunyi “prok-prok-prok”, agar arwah tersebut dapat dipahami oleh individu yang lain sebagai seorang kapiten. Walaupun sebenarnya, sang pemilik arwah tersebut hanyalah seorang babu.

Masing-masing individu disana percaya, bahwa arwah individu lain yang berkomunikasi dengan arwahnya sendiri, adalah belum tentu merupakan cerminan dari sang pemilik arwah itu sendiri, kecuali apabila individu-individu tersebut bertemu langsung didalam sebuah ritual yang disebut landed coffee.

 

Nah, lalu, sebenarnya apa yang dilakukan oleh arwah-arwah tersebut? banyak kelakuan-kelakuan aneh dari arwah-arwah tersebut, seperti arwah yang memiliki kecakapan berpikir setingkat filsuf, walaupun pemiliknya hanyalah individu yang masi muda. namun ada juga arwah gila yang tidak jelas asal-usul maupun tujuannya, padahal pemiliknya adalah seorang individu yang sangat tampan dan jauh dari kesan gila. Arwah-arwah tersebut saling menciptakan sebuah simbiosis mutualisme, dimana masing-masing arwah tersebut saling memberikan informasi, pengetahuan, serta berbagai hal yang dimiliki oleh pemilik arwah tersebut kepada pemilik arwah yang lain.

 

***

 

Tersebutlah Melvina, sesosok arwah yang sangat cantik, halus ucapannya, dan lembut perangainya, sayangnya, arwah tersebut selalu membicarakan tentang rasa sakit yang dideritanya. Akan tetapi, hal tersebut justru semakin menambah rasa simpati dan memukau arwah-arwah yang lain untuk melihat lebih dalam, melihat lebih jauh dan mengenal lebih dekat dengan Melvina.

 

Sebenarnya Melvina, begitu arwah tersebut dipanggil, sudah lama eksis di komunitas arwahosphere, Melvina menjadi terkenal pada saat salah satu arwah terkemuka, Brewog, menyebarluaskan tetang keberadaaan arwah Melvina tersebut. Jelas saja, banyak sekali arwah-arwah yang biasa mendengarkan petuah arwah Brewog langsung ingin bertemu dengan Melvina.

 

Semenjak saat itulah Melvina menjadi tersorot, padahal sebelumnya, cerita pedih, sedih, dan sedu sedannya hanya dibaca oleh beberapa arwah yang tidak sengaja bertemu dengan Melvina, terlepas dari itu semua, Melvina telah mengingatkan arwah-arwah yang lain, atau dengan kata lain, mengingatkan para pemilik arwah-arwah tersebut agar lebih menghargai kehidupan…

 

Akan tetapi, sepertinya beberapa pemilik arwah yang sering mendengarkan cerita Melvina – yang dibawakan dengan alunan yang indah, dan sendu – terlalu menganggap sosok Melvina sebagai cerminan dari pemilik arwah Melvina itu sendiri, sehingga mereka sangat terhanyut oleh cerita yang dikisahkan Melvina.

 

Dan hal itu sama sekali bukanlah masalah, karena arwahosphere sendiri merupakan sebuah komunitas yang tidak nyata, tidak semua arwah yang bertebaran dikomunitas tersebut adalah memang benar sesuai dengan individu pemilik arwah tersebut, pun kebalikannya, tidak semua arwah tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Jadi, semua tanggung jawab serta konsekuensi ditanggung oleh pemilik arwah masing-masing, tugas arwah hanya menjalankan tugas serta peran yang diinginkan oleh pemilik tersebut.

 

Sayangnya, di arwahosphere terdapat beberapa arwah yang pemiliknya tidak mengetahui dimana arwahosphere tumbuh, mereka tidak sadar, bahwa arwahosphere sendiri tumbuh dan berkembang didalam Hutan Hoekazone, sebuah hutan yang begitu mistis dan gaib. Sebuah tempat yang tidak kasat mata, tidak dapat dilihat, hanya para arwah saja yang mampu berinteraksi satu sama lain.

 

Dan mereka, arwah-arwah yang tidak mengetahui hal tersebut, menyeru kepada Melvina, agar Melvina pergi dari arwahosphere, karena arwah-arwah tersebut tahu, atau merasa tahu, bahwa pemilik arwah tersebut tidaklah sesuai dengan sosok arwah Melvina yang membuat arwah-arwah lain menjadi simpati.

 

Mereka merasa bahwa Melvina menipu, menyakiti serta membuat sebuah kebohongan. Mereka mengancam akan menyebarkan gambar-gambar penampakan Melvina ditempat tergelap Hutan Hoekazone, sebuah tempat yang dipenuhi oleh binatang-binatang liar yang haus akan daging, darah dan tulang.

 

Dengan ancaman tersebut, Melvina kemudian menyatakan kepada teman-teman arwahnya yang lain, dia berkata bahwa dia akan melenyapkan diri, menghilang dari komunitas tersebut. Namun, arwah-arwah yang merasa tercerahkan karena kisah yang diceritakan oleh Melvina menyatakan bahwa mereka tidak setuju, mereka itu adalah arwah-arwah yang menghargai sebuah kisah yang diceritakan oleh arwah yang lain, tanpa perlu melihat siapa pemilik arwah Melvina sebenarnya, mereka adalah sosok arwah yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung, mereka sendiri tidak memperdulikan bagaimana individu dibalik arwah Melvina, mereka memiliki sebuah pemikiran yang luas, dan tidak menuhankan materi, sehingga mereka makin tidak setuju apabila Melvina harus lenyap, karena mereka merasa, jika Melvina lenyap, siapa lagi yang akan mengingatkan mereka, betapa hidup merupakan sebuah hal yang berharga. Walaupun begitu, mereka tidak dengan tegas menghakimi arwah-arwah yang mengancam Melvina, mereka belum mengambil sikap yang tegas, karena mereka merasa bahwa arwah-arwah pengancam tersebut belum membeberkan bukti-bukti serta menguraikan teori mereka sendiri.

 

Sedangkan, seperti yang telah diceritakan diatas, beberapa pemilik arwah yang sudah terhanyut oleh kisah Melvina dan menganggap Melvina adalah sesosok Arwah yang sama dengan pemiliknya, mereka terserang kebingungan yang nyata, disatu sisi mereka begitu percaya bahwa arwah Melvina merupakan sebuah wujud nyata dari seorang gadis yang terhempas oleh nasib yang menyedihkan, disisi yang lain, mereka mendengar suara tanpa sosok yang mengatakan bahwa Melvina adalah palsu. Mereka bingung, karena mungkin mereka merasa ditipu, merasa dibohongi, padahal, mereka sendiri dibutakan oleh kacamata yang mereka gunakan sendiri. Mereka tidak mengerti, bahwa masalah yang paling utama adalah bukan terletak di keaslian atau kepalsuan sosok arwah Melvina, sebagai arwah, dia memang benar Melvina. Akan tetapi, seperti yang telah dipikirkan oleh para arwah-baik-hati-dan-tidak-sombong-serta-rajin-menabung, yang mereka pikirkan adalah tentang rencana pembunuhan arwah Melvina yang dideklarasikan oleh sebuah suara yang entah berasal darimana. Dan tentu saja, yang mereka pikirkan adalah eksistensi kisah-kisah Melvina didalam arwahosphere yang dirasa sangat bermanfaat.

 

Arwah-arwah pintar dan kritis tersebut masih menunggu, bagaimana perkembangan masalah ini, karena mereka sama sekali tidak memegang bukti-bukti yang rinci dan detail untuk mengambil sikap yang sangat tegas…tidak, mereka takut akan terjadi masalah yang lebih besar apabila mereka langsung bertindak, terkecuali satu arwah, yang dengan keras kepalanya tetap berkata bahwa Melvina, sebagai roh sama sekali tidak memiliki kesalahan. Walaupun arwah keras kepala tersebut juga masih menunggu perkembangan masalah yang masih simpang siur…

:::::::B E R S A M B U N G:::::::

*H O E K Mode O N*
*D O N E N Mode O F F*

Mhuahuahuahua…fenasaran? saia fun juga fenasaran, tafi fas saia nulis, tiba-tiba otag saia mamfed ndak isa gerag, samfe lutud saia jadi kaku. ah ya, karena itu sebuah donen FIKTIF, maka wajar dunk jika ngga ada link yang terselif disitu? ya tho? ya tho?

 

ah ya, kenafa Melvina? humm….kenafa ya? saia sih ndak tau, soale itu tercetus diotag saia aja..mhuahuahua

 

ah ya, sedikid fenjelasan, donen dudud, jayuz dan norag ini terinsfirasi dari komik shaman king, tentang arwah-per-arwah-an. ah ya! tentu saja! walofun ini fostingan samfah, saia tetaf ingin TREFIK YANG TINGGI dunk ke blog saia, maka dari itu, walofun SAMA SEKALI TIDAK TERKAIT, saia kirimkan tembusan kefada fostingan-fostingan yang sedang hangadh sangadh di blogosphere ini…hohoho, maklum, saia ini blogger jablai, dan butuh TREFIK sangadh! :evil:

tembusan-tembusan!
kepada Yth. Senior OOT Seperguruan, yang dipertuan agung, Antobilang
kepada Yts. apa! mau protes!? -Ade-
kepada Yth. Nico. damai bro!
kepada Yts. Senja. damai sis!
kepada Yth. Budi Rahardjo. (kalo yang ini emang harus resmi tauk!)
kepada Yth. Rystiono (saia ndak tau namanya)
kepada Yth. GRaK
kepada Yth. CY
kepada Yth. Baliazura
kepada Yth. Extremusmilitis
kepada Yth. Mihael “D.B” Ellinsworth
kepada Yth. Deking
kepada Yth. Neimasilk (masa dipanggil warnetubuntu?)
kepada Yts. Bidadari cK
kepada Yts. Bidadari Siw

*D O N E N Mode O N*
*H O E K Mode O F F*