ah ya, saia akui emang tulisan saia sulid dibaca sangadh, dan postingan saia ini lagi-lagi sampah…tapi karena yang saia bahas cukup serius, jadinya saia matikan mode Hoeknya…silahkan dibaca dan diresapi maknanya…maaph, apabila terkesan memaksa, hanya ingin berlatih sahaja. :mrgreen:
ah ya, postingan kali ini tidak akan se OOT sebelumnya ko’. janji deh!
ah ya, jadi kali ini *dirajam massa*

*HOEK MODE OFF*
*Dongeng mode ON*

Alkisah disebuah planet yang kecil dan terletak pada gugus bintang hoeksakti, berdirilah dua kerajaan yang; walaupun mirip, tetapi ternyata menyimpan banyak sekali perbedaan-perbedaan yang sangat mencolok diantara kedua kerajaan tersebut.

adalah Endonesa, sebuah kerajaan dengan wilayah kekuasaan yang luas, dan menurud HOAX legenda, kerajaan ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, menjadikan kerajaan Endonesa terkenal dengan slogan “Gemah Ripah Loh Jinawi mung akeh malinge“, dengan masyarakatnya yang terkenal beringas dan biadab ramah dan santun.

Sedangkan Malesa, adalah sebuah kerajaan yang baru berdiri sekitar 12 abad setelah kerajaan Endonesa berdiri, dan memiliki wilayah yang kecil dibandingkan dengan Kerajaan Endonesa. Selain itu, Kerajaan ini sedikit sekali memiliki potensi sumber daya alam, apabila dibandingkan dengan kerajaan tetangganya, maka akan seperti padang tandus dibandingkan dengan hutan hujan tropis.

Menurut legenda, pada awal berdirinya kerajaan Malesa, dengan dasar akan adanya persamaan ras dan spesies, Raja Malesa memerintahkan para kaum mudanya untuk belajar di Kerajaan Endonesa. Tentu saja, sebagai Kerajaan yang besar dan santun, Kerajaan Endonesa dengan bodohnya senang hati menyediakan tempat bagi mereka. Selain itu, Kerajaan Endonesa pun memberikan banyak sekali bantuan-bantuan kepada Kerajaan Malesa. [1]

akan tetapi, keadaan tersebut berlangsung tidak lama, karena akhirnya Kerajaan Malesa mampu mengejar kemajuan Kerajaan Endonesa, dan bahkan melampaui Kerajaan Endonesa itu sendiri dalam berbagai bidang. Sehingga, sekarang ini malah banyak sekali juru-juru ajar dari Kerajaan Endonesa yang belajar di kerajaan malesa, tidak hanya itu saja, bahkan kaum muda dari kerajaan tersebut pun banyak yang berbondong-bondong ke Kerajaan Malesa dikarenakan tingkat kualitas pendidikannya yang lebih tinggi.

ada apa gerangan? apa yang menyebabkan Kerajaan Malesa mampu mengejar kemajuan Kerajaan Endonesa? apa yang menyebabkan Kerajaan Endonesa tidak menjadi berkembang? dan terus stagnan? dan bahkan bisa dibilang mengalami kemunduran? beberapa sumber sejarah dari Kerajaan Endonesa menyebutkan, hal tersebut bisa terjadi karena kebodohan rakyat kerajaan Endonesa kesalahan dari Raja Endonesa terdahulu, yang terkenal dengan sebutan He-Is-Poo, yang salah dalam memimpin kerajaan tersebut.

Kemunduran itu ditandai dengan banyaknya pengiriman budak-budak dari Kerajaan Endonesa ke kerajaan Malesa, dalam bentuk legal, atau bahkan ilegal. mereka (para budak) sebenarnya adalah orang-orang yang bisa dikatakan bebas di Kerajaan Endonesa, akan tetapi, karena desakan ekonomi di Kerajaan Endonesa, dan kebijakan Raja terdahulu, sehingga menyebabkan mereka dikirimkan sebagai budak ke Kerajaan Malesa. Hal tersebut diperparah dengan adanya pengiriman budak-budak ilegal yang membuat jengah Kerajaan Malesa, dan dengan sangat terpaksa mereka mulai menangkapi budak-budak tersebut dengan kejamnya. Karena budak-budak ilegal tersebut sangat mengotori Kerajaan Malesa yang sudah maju dan FYI, sekarang ini diketahui mampu membuat sebuah obelisk kembar kapitalis dan berbau hedonis yang dinamakan Petrobelisk.

Tidak hanya pengiriman budak saja yang menyebabkan citra Kerajaan Endonesa menjadi lemah, akan tetapi juga pengiriman u-know-what, semacam polusi yang disebabkan oleh pengrusakan-pengrusakan hutan di Kerajaan Endonesa. dan belakangan ini, pengrusakan tersebut AKHIRNYA dianggap sebagai penyebab banyaknya terjadi bencana di Kerajaan Endonesa, seiring dengan menurunnya citra Kerajaan Endonesa itu sendiri.

Terlebih lagi, para penduduk di Kerajaan Endonesa pun sekarang sudah mulai terlihat berubah, kemerosotan moral terlihat dari menggejalanya budaya dari planet lain, atau sebut saja budaya Alien [2], dimana budaya tersebut membawa penduduk kerajaan Endonesa semakin acuh tak acuh terhadap kebudayaan mereka sendiri. Tidak hanya itu saja, moral para abdi dalem, punggawa, pangeran, patih dan raja Endonesa pun sudah melorot sedemikian rendahnya, sehingga para penduduk kerajaan Endonesa menyebut mereka sebagai tetikus [3].

Melihat hal itu, Kerajaan Malesa yang semenjak dulu sebenernya sudah menaruh perasaan iri kepada Kerajaan Endonesa yang mempunyai kekayaan yang sangat besar, dan wilayah yang luas, mulai menjalankan aksinya, Kerajaan Malesa, seperti yang ditulis dalam legenda ini, mulai berinvasi dengan mengambil alih pulau-pulau yang berdekatan dengan batas wilayah kekuasaannya. Sedangkan Kerajaan Endonesa? tentu saja, penduduk-penduduk yang mempunyai otak dan cepat tanggap segera melayangkan protesnya ke Kerajaan Malesa, akan tetapi, karena citra punggawa Kerajaan Endonesa sudah sedemikian rendahnya, akhirnya, dengan dukungan dari berbagai planet lain [4], Malesa memenangkan pulau-pulau tersebut.

Tidak hanya wilayah kekuasaan Kerajaan Endonesa saja yang diganggu oleh Kerajaan Malesa, akan tetapi, Kerajaan Malesa pun mulai mengambil alih warisan budaya Kerajaan Endonesa, seperti batik bermotif parang yang berasal dari sebuah wilayah di Teritorial Kerajaan Endonesa, ternyata telah dipatenkan oleh Kerajaan Malesa 7 abad sebelum cerita ini diturunkan. Dan Bagaimanakah Reaksi Para Patih di Kerajaan Endonesa? ternyata sampai cerita ini diturunkan belum ada perhatian khusus dari Para Patih tersebut terhadap kebudayaan Kerajaan Endonesa. Sedangkan para penduduknya hanya bisa berteriak-teriak lantang tanpa ada gerakan yang berarti. sampai kemudian, belakangan ini, diketahui bahwa lagu daerah dari Kerajaan Endonesa pun dipakai oleh Kerajaan Malesa sebagai backsound untuk pariwisata mereka.

Apa yang terjadi dengan kedua kerajaan tersebut? Mengapa sebuah Kerajaan yang begitu besar, kaya dan terkenal akan keramahannya menjadi Kerajaan Pengirim-budak? Dan juga, mengapa Kerajaan Endonesa tidak mampu menjaga kebudayaannya dengan baik? Selain itu, terlihat sekali moral kedua kerajaan ini semakin merosot, Kerajaan Endonesa menjadi sebuah Kerajaan Pengekspor Budak, sedangkan Kerajaan Malesa menjadi Kerajaan Pencuri-Properti-Kerajaan-Lain. Apa yang terjadi? apakah akan terjadi kiamat pada planet tersebut? ataukah, hanya sekedar gosip? yang nanti akan tergantikan oleh gosip lain? [5]

.::THE END::.

Keterangan
[1] belakangan diketahui inilah yang menyebabkan beberafa penduduk kerajaan endonesa merasa masih lebih superior dibandingkan penduduk kerajaan malesa.
[2] budaya dari planet-polisi-jagad-raya. budaya ini terkenal dikalangan penduduk kerajaan endonesa sebagai budaya ajeb-ajeb.
[3] ya koruptor lah!!! mosok nda tau!!!
[4] belakangan diketahui bahwa planet tersebut adalah planet-polisi-jagad-raya, penguasa manhaj kapitalis yang besar.
[5] ah ya…paling nanti gosip ini bakal kalah sama skandal 3.gp